Bela Negara Masa Kini
Pandemi yang terjadi di Indonesia sejak Maret 2019 tak kunjung usai. Berbagai kebijakan telah diberlakukan pemerintah. Berbagai skandal seperti korupsi juga mewarnai upaya pemerintah menangani pandemi Covid-19. Menteri Edhy Prabowo dan Menteri Juliari Batubara terciduk KPK. Tak ayal kejadian itu membuat masyarakat seperti sudah jatuh tertimpa tangga pula.
Sebagai warga negara yang baik, kita tidak boleh tinggal diam. Ada banyak upaya yang dapat kita lakukan untuk memberikan kontribusi dan sumbangsih untuk negeri yang kita cintai, Indonesia. Melakukan pengawasan terhadap kebijakan pemerintah menjadi penting mengingat situasi yang extraordinary. Ketika satu kali saja salah mengambil keputusan, akan memilki dampak yang sangat signifikan utamanya bagi masyarakat ekonomi rendah. Maka dari itu sikap kritis dari segenap elemen masyarakat sangat dibutuhkan.
Sebagai kaum intelektual, peran mahasiswa menjadi vital saat ini. Mahasiswa bukan siswa biasa. Mahasiswa mempunyai fungsi dan peran penting yang tentunya berbeda dari siswa tingkat dasar sampai menengah atas. Itulah yang membedakan mahasiswa dengan siswa.
Fungsi dan peran yang berbeda ialah salah satunya berkontribusi untuk masyarakat. Tak memandang suku, ras, dan agama. Menjadi kaum intelektual artinya mahasiswa dituntut untuk selalu berlajar dan belajar. Hal ini karena kita mahasiswa dituntut untuk dapat berpikir kritis terhadap segala hal. Melakukan pengawasan dan memberi kritik serta saran terhadap apa-apa yang dinilai kurang tepat.
Dengan begitu, artinya kita mahasiswa telah ikut serta dalam kegiatan bela negara. Bela negara memiliki arti luas yaitu memberikan segala hal yang mendukung terwujudnya kepentingan bangsa dan negara. Arti bela negara tidak hanya melulu soal angkat senjata. Namun juga mengangkat tingkat ketajaman pikiran serta analisis dalam diri kita. Itulah, bela negara masa kini.
Komentar
Posting Komentar